Mengenal 10 Kelebihan dan Kekurangan Panel Layar IPS


Teknologi layar merupakan salah satu faktor yang menentukan bagi sebagian orang untuk menentukan gawai pilihan. Entah itu tablet, HP, ataupun laptop. Terdapat dua teknologi layar yang tengah populer dan eksis di dunia, yaitu IPS dan OLED.

Yang akan dibahas pada artikel ini adalah IPS alias In-plane Switching. IPS merupakan sebuah panel layar yang masuk dalam keluarga TFT LCD (Thin-Film Transistor Liquid-Crystal Display).

Menilik sejarahnya, IPS muncul kali pertama pada 1996. Ia hadir untuk mengatasi dua masalah yang terjadi pada TN (Twisted Nematic) TFT LCD. Dua masalah yang dimaksud adalah sudut pandang yang sempit dan reproduksi warna yang kurang baik.

Komponen dan kerja layar IPS mirip seperti layar keluarga TFT-LCD lainnya. Terdapat lampu backlight sebagai sumber cahaya, lalu dua filter polarisator, serta kristal cair (agen polarisator) dan transistor. Gambaran posisinya sebagai berikut: backlight – filter – kristal cair dan transistor – filter.

Saat listrik dialirkan, transistor akan menggerakkan kristal cair. Hal ini membuat kristal cair dapat menyeleksi mana cahaya yang diteruskan dan mana yang tidak. Satu kristal cair mewakili satu piksel. Kemudian, cahaya yang diteruskan akan disaring lagi agar tercipta piksel gambar berwarna.

Nah, perbaikan besar pada teknologi IPS terdapat pada pergerakan kristal cairnya. Gerakan kristal yang semula berputar pada panel TN diubah menjadi lurus (paralel). Hal ini mengurangi cahaya yang terhambur, sehingga hasilnya adalah sudut pandang tampilan dan reproduksi warna lebih baik.

Di sisi lain, meskipun IPS menyelesaikan masalah TN, bukan berarti kekurangannya jadi sirna. Layar IPS punya plus dan minus. Garis besar plus minusnya bisa Anda lihat pada tabel berikut.

Namun, bagi Anda yang ingin tahu penjelasannya secara mendetail, silakan baca artikel ini sampai tuntas.

Kelebihan Layar IPS

Setidaknya terdapat enam kelebihan yang dimiliki oleh layar IPS. Kelebihan tidak melulu soal kemampuannya, tetapi juga hal-hal penyerta yang tak dimiliki layar jenis lain. Berikut poin-poin penjelasannya

1. Biaya Produksi yang Murah

Dibanding anggota TFT LCD yang lain, layar IPS LCD memang paling mahal. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan layar OLED, biaya produksi IPS jauh lebih murah.

Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh IHS (Information Handling Services) pada 2018, butuh biaya sebesar 18,41 dolar AS untuk membuat satu layar IPS 6 inci dengan tipe notch. Nominal tersebut setara dengan Rp279 ribu.

Biaya produksi itu lebih murah jika dibanding dengan layar OLED bertipe sama yang punya bentang 5,9 inci. Biaya yang dikeluarkan produsen untuk bikin layar OLED dengan spesifikasi tersebut mencapai Rp430 ribu (28,18 dolar AS).

Oleh karena itu, layar IPS banyak dijumpai pada HP, tablet, dan laptop dengan harga miring. Sementara itu, OLED banyak ditemui pada gawai kelas menengah atas dan kelas atas.

2. Mendukung Refresh Rate Tinggi

Mata manusia akan melihat visual yang mulus ketika sebuah gambar dalam video muncul 60 kali dalam satu detik. Namun, bagaimana jika video tersebut dipercepat? Bisa jadi mata manusia akan menyadari adanya gerakan yang patah-patah.

Hal yang demikian ternyata dapat diatas oleh layar IPS. Pasalnya, layar IPS masa kini sudah mendukung teknologi refresh rate tinggi. Di pasaran, Anda akan menjumpai layar HP, tablet, atau laptop dengan refresh rate 90, 120, hingga 144 Hz.

Dengan dukungan refresh rate tinggi, gambar yang muncul tiap detik jadi lebih banyak, sehingga tampilan jadi bebas patah-patah. Tampilan di layar pun jadi tetap mulus, misalnya ketika Anda menggulir layar dengan cepat di aplikasi media sosial, ataupun saat main gim dengan setelan frame rate tinggi.

3. Reproduksi Warna yang Baik

Seperti dijelaskan pada paragraf pembuka, apa yang ditawarkan layar IPS menyelesaikan problem utama layar TN. Salah satunya adalah reproduksi warna. Ya, tampilan warna yang dihasilkan layar IPS lebih memikat, mendekati warna asli.

Ragam warna yang ditampilkan juga makin luas. Tak heran bila hampir seluruh layar IPS masa kini tembus ruang warna 100% sRGB bahkan lebih. Layar dengan ruang warna 100% sRGB cocok untuk kegiatan editing para content creator, baik desain grafis, foto, maupun video.

4. Viewing Angle Luas

Dalam sebuah video di kanal YouTube ExplainingComputers, dua monitor dengan jenis layar berbeda diuji. Masing-masing monitor memiliki layar TN dan IPS. Kedua monitor lantas diputar secara horizontal (dari kiri ke kanan) untuk melihat apakah tampilannya masih enak dilihat atau tidak.

Ternyata hasilnya sama, kedua layar masih enak dilihat. Hal ini menunjukkan bahwa layar TN zaman sekarang sudah lebih baik. Akan tetapi, hasilnya berbeda ketika kedua monitor dilihat dari sudut yang berbeda, yakni vertikal dari atas ke bawah.

Tampilan monitor IPS tetap jelas kendati dilihat dari bawah. Sementara itu, tampilan monitor TN mulai tidak jelas dan warnanya memudar. Percobaan ini mempertegas bahwa layar IPS mengatasi masalah keterbatasan layar TN pada viewing angle atau sudut pandang.

5. Visibilitas di Bawah Terik Matahari

Peningkatan layar IPS ketimbang TN tidak cuma pada viewing angle. Layar yang satu ini juga mengalami peningkatan visibilitas. Benar bahwa konstruksi layar IPS sama seperti TN. Keduanya tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri dan butuh sebuah backlight.

https://ctdip-uat.who.int/ Kunjungi Link Nonton Film gartis INDOXXI, tersedia movie terbaru dunia21 lk21, ganool yang bisa anda totonton secara gratis.